Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryMay 24, '06 12:31 AM
for everyone

Catur merupakan permainan asah otak yang paling digemari di dunia. Konon permainan pikiran ini telah dikembangkan ribuan tahun yang lalu oleh para Brahmana dari India, meskipun ada pendapat bahwa sebenarnya orang Cinalah yang pertama kali menemukan prinsip dasarnya sebagai suatu permainan dengan matriks bilangan. Tidak kurang kaisar Parsi zaman dahulu pun menjadikan permainan catur diatas papan dengan kotak 8x8=64 tersebut menjadi permainan yang penuh keagungan karena secara tidak sadar manusia diajak untuk mengatur cara menyusun kaidah-kaidah logis, strategi dan juga taktik. Ketika permainan catu rmemasuki wilayah Arabia Badui, biji catur berbentuk Gajah kemudian diperkenalkan sebagai symbol Dewa Pengetahuan yaitu Ganesha.

 

Suatu hari seorang Yatim Piatu membuktikan rahasia ketidak sahihan aritmatika-geometri papan catur 8x8=64 karena berhasil membuktikan bahwa 8x8 tidak sama dengan 64.

 

Dengan cara yang elegan, ia kemudian memotong papan catur dengan membuat garis potong di kotak catur yang dinomori dari titik nol sampai delapan. Kemudian dibuatnya suatu garis potong pada tiga pasang bilangan (0,5)-(5,3), (5,0)-(5,8), dan (5,0)-(8,8). Melalui tiga garis potong tersebut papan catur dibelah menjadi empat  bagian.

 

Empat bagian papan catur itu kemudian disusun ulang sedemikian rupa terbentuk suatu kotak memanjang dengan susunan 13x5 kotak dengan hasil  jumlah kotak menjadi 65. Aritmatika geometri papan catur ternyata mengalami keruntuhan atau anomali pada hitungan ke delapan dari titik nol karena 8x8=64 sama dengan 13x5=65.

 

Apa yang terjadi? Rahasia papan catur ini menyimpan perubahan konsep besar dengan digunakannya suatu aksioma mutlak benar yang berlaku sampai hari ini menjadi dasar-dasar sistem ilmu pengetahuan, tatanan alam semesta, dan sistem kalender kita dengan batasan bilangan 7.

 

Maka, dari papan catur inilah si Yatim Piatu memahami rahasia penciptaan alam yang tersembunyi sebagai 7 langit bumi dimana yang ghaib mutlak menopang yang nyata, yang hanya dapat dipahami dengan dasar perhitungan tiga bilangan dasar dengan hasil sempurna ketika realitas absolut tampil di pelupuk mata melalui retina mata manusia.

 

Si Yatim Piatu itu adalah Ahmad yang kemudian menjadi Muhammad Utusan Allah, atau umat Budha mengenalnya sebagai Adi Budha.


yankoer wrote on Jun 3, '06
atmoon said

Catur merupakan permainan asah otak yang paling digemari di dunia. Konon permainan pikiran ini telah dikembangkan ribuan tahun yang lalu oleh para Brahmana dari India, meskipun ada pendapat bahwa sebenarnya orang Cinalah yang pertama kali menemukan prinsip dasarnya sebagai suatu permainan dengan matriks bilangan. Tidak kurang kaisar Parsi zaman dahulu pun menjadikan permainan catur diatas papan dengan kotak 8x8=64 tersebut menjadi permainan yang penuh keagungan karena secara tidak sadar manusia diajak untuk mengatur cara menyusun kaidah-kaidah logis, strategi dan juga taktik. Ketika permainan catu rmemasuki wilayah Arabia Badui, biji catur berbentuk Gajah kemudian diperkenalkan sebagai symbol Dewa Pengetahuan yaitu Ganesha.

 

Suatu hari seorang Yatim Piatu membuktikan rahasia ketidak sahihan aritmatika-geometri papan catur 8x8=64 karena berhasil membuktikan bahwa 8x8 tidak sama dengan 64.

 

Dengan cara yang elegan, ia kemudian memotong papan catur dengan membuat garis potong di kotak catur yang dinomori dari titik nol sampai delapan. Kemudian dibuatnya suatu garis potong pada tiga pasang bilangan (0,5)-(5,3), (5,0)-(5,8), dan (5,0)-(8,8). Melalui tiga garis potong tersebut papan catur dibelah menjadi empat  bagian.

 

Empat bagian papan catur itu kemudian disusun ulang sedemikian rupa terbentuk suatu kotak memanjang dengan susunan 13x5 kotak dengan hasil  jumlah kotak menjadi 65. Aritmatika geometri papan catur ternyata mengalami keruntuhan atau anomali pada hitungan ke delapan dari titik nol karena 8x8=64 sama dengan 13x5=65.

 

Apa yang terjadi? Rahasia papan catur ini menyimpan perubahan konsep besar dengan digunakannya suatu aksioma mutlak benar yang berlaku sampai hari ini menjadi dasar-dasar sistem ilmu pengetahuan, tatanan alam semesta, dan sistem kalender kita dengan batasan bilangan 7.

 

Maka, dari papan catur inilah si Yatim Piatu memahami rahasia penciptaan alam yang tersembunyi sebagai 7 langit bumi dimana yang ghaib mutlak menopang yang nyata, yang hanya dapat dipahami dengan dasar perhitungan tiga bilangan dasar dengan hasil sempurna ketika realitas absolut tampil di pelupuk mata melalui retina mata manusia.

 

Si Yatim Piatu itu adalah Ahmad yang kemudian menjadi Muhammad Utusan Allah, atau umat Budha mengenalnya sebagai Adi Budha.

dalam buku one million phomena, fahmi basya tafsirkan quran dengan pendekatan rasional. pulau buton misalkan katanya berasal dari kata butun yang berarti perut. konon di situlah pusatnya bumi. nabi khidir konon pernah melihat api di situ.

dalam pembahasan kisah musa dan khidir, tentang orang yang dibunuh, rumah yang diperbaiki dll, juga dibahas secara rasional.

juga tentang keajaiban angka 17 yang merupakan angka mujarab.

dalam matematika islam yang diterbitkan republika jg sama. tp di buku itu lebih banyak matematikanya.

saya suka banget baca tafsirannya.
atmoon wrote on Jun 28, '06
Pembahasan rasional memang perlu karena Al Qur'an sebagai kitab wahyu memang kitab yang sangat rasional. Hanya saja pengungkapannya sebagai Wahyu diselimuti metafora bahasa sastra Arab yang sangat tinggi, mendalam, namun sangat eksak dan mampu dibuktikan secara numerik.

Jadi, sebenarnya perlu hati-hati juga ketika menafsirkan suatu ungkapan wahyu yang ada di Al Qur'an karena ungkapan yang terbaca secara lahiriah ada yang lugas dan bisa dipahami namun ada juga yang sangat metaforik dimana pemahamannya yg mendekati kebenaran akan bisa ditemui kalau kita memahami konsep dasar ilmu pengetahuan yaitu simbolisme, geometri, bilangan dan huruf serta cara menyusunnya.

Matematika hanya salah satu instumen saja yang digunakan sebagai modelling ketika para Nabi dan Rasul memahami cara hitung-menghitung. Namun modelling fenomena alam zaman dulu berbeda dengan zaman sekarang.

Zaman dulu model fenomena alam yang sistematis logis adalah TEORI BILANGAN EUCLIDS dimana basis dasarnya adalah 1+2+3=1x2x3=6 sebagai BILANGAN SEMPURNA dengan artikulasi bunyi huruf dalam Bahasa Arab Modern adalah huruf ke-6 yaitu "Wawu" yang memiliki nilai numerik 6.

Model fenomena alam masa kini lebih sistemik dengan teori n model matematika yang lebih njlimet namun arahnya jelas bahwa akhirnya model matematika akan DIDISKRITISASIKAN ketika komputer mulai digunakan untuk simulasi fenomena alam. Semua hasil komputasi numerik akhirnya adalah matematika diskrit dengan batasan dan ukuran yang tertentu misalnya dikenal finite lement di rekayasa, finite difference dalam perhidungan aerodinamik, panel methods dalam struktur pesawat terbang/antariksa, dan teknik lainnya yang digunakan dalam pembuatan simulasi atau game.

Diskritisasi adalah "ukuran yg tertentu dengan batasan yg jelas" alias "kuantifikasi" yang menjadi dasar teori kuantum dimana cahaya ternyata merupakan paket informasi dasar dengan ukuran yang tertentu.

Ketika cahaya matahari jatuh di retina mata yang bentuknya berupa grid2 segi 6 atau hexel, maka impuls listrik di retina menjalar ke otak sampai di korteks selebral menjadi gambaran REALITAS KEHIDUPAN KITA.

Modeling fenomena demikian di zaman dulu ternyata sangat sederhana dengan menggunakan komposisi bilangan yaitu 9696 dimana kalau kita baca dari kiri ke kanan dengan hukum pencerminan adalah 9 adalah gambar di otak kita, 6 gambar di retina, 9 benda-benda di bawah naungan cahaya (black body radiation), dan 6 simbol Kelahiran Sang Waktu alias simbol MATAHARI atau Asy Syams atau INDRA. Gambaran itu kemudian disebut INDRA MAYA atau REALITAS THE MATRIX.

Semua sejarah kita dan ilmu pengetahuan kita pun sejatinya menjadi terbatas selama kita berada di sistem tatasurya. Dalam menghitung sejarah saja kita pun akan mentok di tahun 9696 atau dalam kitab wahyu seringkali 6969 SM sebagai tahun lahirnya Adam Si penemu Abjad dan Bilangan. Semua yang kita lihat akhirnya cuma sekedar HALUSINASI BERSAMA DENGAN SIMBOL, GEOMETRI, BILANGAN DAN HURUF.

Realitas Mutlak sebagai al-Haqq tersembunyi dibalik tabir Ghaibi sebagai al-Ghaibi, Allah Yang Maha Esa. Ya, kira2 seperti itulahkalau kita menafsirkan apa yang tercantum di AQ yang sangat rasional namun sangat relijius dengan ungkapan-ungkapan yang terintegrasi antara Aql dan Dzauqi sebagai gambaran bahwa manusia itu harus menjaga keseimbangan AKAL dan HATINYA sebagai manifestasi Jamal n Jalal Allah. Segi praktisnya akhirnya adalah Shalat 5 waktu Kita dengan ukuran 17x2x5 selama 2x12 jam. (Untuk jelasnya silahkan simak kembali beberapa artikel di Blog saya).
dropinsixtynine wrote on Sep 19, '09, edited on Sep 19, '09
saya masih tidak mengerti bagaimana cara memotong papan caturnya.. bisa tolong dijelaskan lagi? apakah sama dengan video "http://www.youtube.com/watch?v=7hHZr91XWbw&feature=related"
makasih
Add a Comment